Perayaan Imlek atau Tahun Baru Tionghoa merupakan salah satu perayaan budaya terbesar di dunia. Lebih dari sekadar pergantian tahun dalam kalender lunar,
Imlek adalah momentum refleksi, kebersamaan keluarga, serta harapan akan kehidupan yang lebih baik di tahun yang baru.

Sejarah Singkat Imlek
Imlek berakar dari tradisi masyarakat Tiongkok kuno yang telah berlangsung ribuan tahun. Dalam penanggalan lunar, Tahun Baru Tionghoa dirayakan pada bulan baru pertama antara Januari hingga Februari. Perayaan ini juga dikenal sebagai Festival Musim Semi.

Di Indonesia, tradisi Imlek telah hadir sejak kedatangan komunitas Tionghoa ratusan tahun silam. Namun dalam perjalanan sejarahnya, perayaan ini pernah mengalami pembatasan pada masa Orde Baru.

Setelah era Reformasi, Imlek kembali dirayakan secara terbuka dan sejak tahun 2003 resmi ditetapkan sebagai hari libur nasional. Hal ini menjadi simbol pengakuan negara terhadap keberagaman budaya di Indonesia.
Makna dan Filosofi Imlek
Imlek sarat dengan makna mendalam, di antaranya:
1. Kebersamaan Keluarga
Malam pergantian tahun diisi dengan makan malam bersama (reunion dinner), sebagai simbol persatuan dan keharmonisan keluarga.
2. Harapan dan Keberuntungan
Warna merah mendominasi perayaan sebagai simbol keberuntungan dan kebahagiaan. Tradisi berbagi angpao melambangkan doa dan harapan agar penerimanya memperoleh rezeki serta keselamatan.
3. Refleksi dan Pembaruan
Membersihkan rumah sebelum Imlek bermakna membuang kesialan dan membuka lembaran baru dengan semangat yang lebih baik.
4. Rasa Syukur dan Penghormatan Leluhur
Sebagian keluarga melakukan sembahyang sebagai bentuk penghormatan dan rasa terima kasih kepada leluhur.

Imlek di Jakarta: Simbol Keberagaman
Sebagai kota metropolitan dengan masyarakat yang majemuk, Jakarta menjadi salah satu pusat perayaan Imlek di Indonesia. Kawasan pecinan seperti Glodok dan sejumlah vihara dipenuhi ornamen lampion, pertunjukan barongsai, serta kegiatan budaya yang menarik perhatian masyarakat dari berbagai latar belakang.
Perayaan ini tidak hanya menjadi milik satu etnis, tetapi telah menjadi bagian dari wajah keberagaman Jakarta. Festival budaya yang digelar turut menggerakkan sektor UMKM, pelaku seni, dan pariwisata lokal.
Imlek sebagai Momentum Persatuan

Dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara, Imlek memiliki pesan universal: pentingnya harmoni, toleransi, dan saling menghormati. Jakarta sebagai miniatur Indonesia menunjukkan bahwa keberagaman adalah kekuatan, bukan perbedaan yang memisahkan.

Bun Joi Phiau
Sebagai anggota DPRD DKI Jakarta fraksi PSI memandang Imlek sebagai momentum untuk memperkuat semangat persatuan dan gotong royong di tengah dinamika kota besar. Nilai kerja keras, penghormatan terhadap orang tua, dan solidaritas sosial yang terkandung dalam tradisi Imlek adalah nilai-nilai universal yang relevan bagi seluruh warga Jakarta.

Imlek bukan sekadar perayaan budaya, tetapi juga simbol harapan. Harapan akan kehidupan yang lebih baik, masyarakat yang semakin harmonis, serta Jakarta yang maju dan inklusif bagi semua.

Semoga Tahun Baru Imlek membawa kesehatan, kedamaian, dan kesejahteraan bagi seluruh warga.
Gong Xi Fa Cai. 🧧✨

 

Call Now
WhatsApp